Sepak bola ternyata juga mampu menjadi salah satu bagian dari upaya untuk mempromosikan suatu budaya tertentu. Hal ini dapat terlihat pada kostum sejumlah klub sepak bola yang mengusung ikon budaya tempat klub tersebut berasal. Sriwijaya FC adalah salah satu klub sepak bola yang menampilkan budaya atau ciri khas dari wilayah tempatnya berasal, yaitu Provinsi Sumatra Selatan. Budaya asli daerah ini yang ditampilkan pada kaos Srwiwijaya FC adalah motif songket.
Motif songket pertama kali menghiasi kostum Sriwijaya FC pada musim kompetisi 2007/2008. Dalam balutan kostum bermotif inilah, Sriwijaya FC berhasil merebut double winners, yaitu sebagai juara Liga Indonesia dan Piala Indonesia. Sungguh sebuah prestasi yang menjadi impian semua tim sepak bola.
Pada musim kompetisi 2009/2010, Sriwijaya FC mengenakan kostum polos yang produksi oleh Reebook. Hal ini karena pihak Reebook (PT Mitra Adi Perkasa) tidak bersedia memenuhi keinginan manajemen Sriwijaya FC untuk menampilkan motif songket pada kostum mereka. Kostum polos yang diproduksi Reebook ini berwarna kuning untuk kostum kandang. Sementara itu, kostum untuk tandang, Sriwijaya FC mengenakan kaos berwarna hitam dan putih.
Kuning merupakan warna identitas Sriwijaya FC. Oleh karena itu, warna ini dipilih sebagai warna kostum kandang Sriwijaya FC. Sedangkan, pemilihan warna hitam dan putih untuk kostum tandang didasarkan pada pertimbangan kenetralan warna ini. Warna hitam dan putih dipilih untuk menghindari kesamaan warna kostum dengan klub tuan rumah ketika Sriwijaya FC melakukan laga tandang.
Pada musim kompetisi 2009/2010, motif songket kembali ditampilkan pada kaos Sriwijaya FC. Kali ini, Specs, sebuah perusahaan yang bergerak dalam produksi perlengkapan olahraga yang menjadi sponsor kostum Sriwijaya FC. Pada musim kompetisi ini, kostum yang digunakan tim yang berjuluk Laskar Wong Kito terdiri atas tiga warna, yaitu kuning, hitam, dan putih. Kostum berwarna kuning digunakan sebagai kostum kandang, hitam sebagai kostum tandang, dan putih sebagai kostum latihan.
Motif songket memang telah menjadi bagian dari identitas tim Sriwijaya FC. Manajemen Sriwijaya FC dan seluruh masyarakat Sumatra Selatan agaknya tidak pernah rela jika motif songket hilang dari kostum tim kesayangan mereka. Motif songket dipercaya membawa berkah. Ini terbukti pada keberhasilan mereka merebut dua gelar juara ada tahun 2008.
Motif songket ini pun tetap dipertahankan pada kostum Sriwijaya FC untuk musim kompetisi 2011/2012. Pada musim kompetisi ini, Sriwijaya FC menjalin kerja sama dengan Specs sebagai pihak sponsor, dengan nilai kontrak lebih dari 4 miliar rupiah.
Kostum Sriwijaya FC mewartakan kepada semua orang bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, bukan pula melulu masalah bisnis. Namun, ada nilai-nilai budaya yang juga sangat penting untuk dikedepankan.
Sebagai bagian dari masyarakat Provinsi Sumatra Selatan, Sriwijaya FC (Sriwijaya Football Club) telah membuktikan kecintaannya terhadap budaya daerah tempat mereka dibesarkan. Mereka berlaga di lapangan hijau dan berjuang menjadi yang terbaik, dan pada waktu yang bersamaan menunjukkan betapa mereka menjunjung tinggi budaya warisan leluhur.
Mereka bahkan memutuskan untuk mengakhiri jalinan kerja sama dengan pihak Rebook yang tidak mau mengakomodasi keinginan mereka untuk menampilkan motif songket pada kaos Sriwijaya FC. Sriwijaya FC tentu saja berharap, motif songket yang senantiasa mereka kenakan pada kaos seragam mereka akan kembali mengantarkan tim ini meraih kejayaan sebagaimana yang pernah mereka raih pada tahun 2008.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.