Konsisten pada pergerakan sektor usaha menengah kecil dan mikro (UMKM), PT. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk. (Bank BNP), sebagai salah satu Bank ritel berskala nasional terus meluaskan pasar debitur dengan membuka 6 jaringan kantor baru di wilayah Jawa dan Bali. Sesuai amanat visi yang tercantum, Bank BNP mnargetkan menjadi bank ritel yang sehat, handal, dan terpercaya dalam menjalankan aktivitas perbankan dan jasa keuangan.
Lahirnya pada 1972 di Bandung dalam bentuk Bank pasar dengan nama Bank Pasar Karya Parahyangan, badan ini terus menunjukkan perkembangan. Menyandang nama Bank Nusantara Parahyangan pada 1989, Bank BNP kemudian mendapat izin menjadi Bank devisa di tahun 1994. Di tahun 2000, Bank BNP meningkatkan status perusahaannya dari perusahaan tertutup ke perusahaan terbuka untuk meluaskan segmen usaha. Akhir tahun 2007, Bank BNP diakuisisi oleh dua perusahaan Jepang yaitu ACOM Co., LTD untuk kepemilikan 55,41% saham dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) senilai 20%.
Dalam perkembangannya, Bank BNP tela mampu merah predikat sebagai Bank Sehat dari salah satu majalah ekonomi. Bank BP meraih predikat tersebut selama 5 tahun berturut-tuurt.
Pada seremoni pembukaan salah satu cabang di Metro Trade Center (MTC) Bandung, Selasa (15/12), Budi T. Halim, Business Director Bank BNP menyatakan tujuan pembukaan cabang-cabang baru ini terutama adalah untuk menjangkau pasar yang lebih luas yakni sektor UMKM dan retail. Sampai akhir tahun ini, jumlah total cabang Bank BNP telah mencapai 50 kantor cabang.
Mitra Utama Dunia Usaha
Dalam menjalankan usahanya, Bank BNP mmeprioritaskan pada sektor bisnis ritel. Hal ini terlihat dari komposisi penyaluran kredit Bank BNP yang lebih dari 50 persennya ditujukan pada sektor tersebut.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Mario Yahya, Corporate Secretary Bank BNP juga menyatakan, Bank BNP tetap mengedepankan prinsip prudential banking, sehingga meskipun tingkat kredit 2009 terus berkembang, Bnak BNP tetap bisa menekan tingkat non performing loan (NPL).
Hal ini didukung oleh Budi T. Talim, yang menyatakan bahwa angka kredit bermasalah di Bank BNP terhitung kecil, yaitu sekitar 1,9% saja. Angka ini jauh di bawah ambang maksimal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu sebesar 5%.
Dalam melakukan pembiayaan di sektor UMKM, Bank BNP juga berperan sebagai pembimbing, karena Bank BNP menyadari sektor ini banyak memiliki kelemahan dalam pencatatan administrasi keuangan. Untuk sektor UMKM, maksimal kredit yang dapat disalurkan Bank BNP adalah senilai Rp. 5 miliar.
Untuk menambah diversifikasi produknya, Bank BNP juga meluncurkan program kredit Tanpa Agunan (KTA), dengan jumlah maksimal kredit senilai Rp. 50 Juta, tetapi program ini hanya berlaku bagi para karyawan. Diharapkan dengan berbagai kebijakan ini, Bnak BNP mampu berkontribusi terhadap perekonomian nasional khususnya pada sektor menengah, kecil dan mikro.
Mengacu pada tagline “Mitra Utama Dunia Usaha”, Bank BNP menargetkan pembenahan dan penambahan produk yang lebih mengayomi para usahawan. “Pada 2010 mendapatng, kami coba memperbaiki dan menambah fasilitas ada produk-porduk kami sehingga tidak sekedar penyaluran dana namun juga bisa bersikap layaknya sebagai pembina,” ucap Budi T. Halim.
Di akhir tahun 2009, dengan penambahan jaringan kantor yang baru, yaitu kantor cabang Jababeka, Lippo Cikarang, Metro Trade Cencer Bandung, Pantai Indah Kapuk Muarakarang, Kalianget Kuta Bali, dan Bekasi Cyber Park, Bank BNP juga menargetkan dapat menjangkau usaha kecil di wilayah produktif tersebut.
Jababeka, Lippo Cikarang, Pantai Indah Kapuk adalah kawasan industri dimana terdapat beberapa perusahaan Jepang. Kami sebagai bagian akuisisi perusahaan Jepang embuka cabang di kawasan tersebut untuk membantu UMKM menyuplai perusahaan-perusahaan Jepang tersebut. Cabang Kalianget Kuta, Bali, adalah wilayah sektor UMKM yang cukup luas dan produktif. Khususnya pada industri kreatif. Dengan membuka cabang di sana, kami berharap bisa menjadi mitra usaha mereka, tutur Budi lag.
Fokus pada sektor UMM tidak berarti menjauhkan Bank BNP dari klien korporasi besar. Secara umum, sekitar 40% dana yang disalurkan berada pada lingkup masyarakat dna korporasi.
UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional yang layak dikedepankan, Bank BNP berusaha untuk selalu terlibat di dalam upaya-upaya untuk memajukan sektor tersebut secara konsisten.
Silakan download file presentation slides tentang manajemen kinerja dan key performance indicators pada web www.manajemenkinerja.com
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments