Kolesterol. Ya, kata ini kerap membuat orang tertegun saat mendengarnya. Bukan apa-apa, dewasa ini kolesterol memang sudah terlanjur diasosiasikan sebagai salah satu penyebab serangan jantung.
Anggapan ini tidak salah, tapi tepatnya kolesterol akan identik dengan penyakit bila tidak dikelola dengan baik. Akibatnya bisa terjadi’ kolesterol tinggi atau dikenal sebagai hiperkoles-terolemia. Kadar kolesterol yang tinggi tentu saja yang memu-dahkan terjadinya risiko penya¬kit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.
Namun kini, kondisi terse-but lebih membahayakan. Pasalnya, kolesterol tinggi tidak saja terjadi pada orang yang sudah lanjut usia, ‘tapi kini orang dalam rentang usia produktif pun raw’an terkena. Penyakit ini pun bisa dijumpai di usia 20 tahunan, bahkan pada anak-anak dengan riwayat kelaarga pernah menderita penyakit jantung atau stroke.
Penyebab
Anggapan lazim bahwa kolesterol tinggi mayoritas dialami orang gemuk, tapi ternyata yang berbadan kurus bisa ikut rnengalaminya. Fakta medis juga menyatakan risiko kolesterol tinggi meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
Hal ini banyak dijumpai oleri penduduk di negeri kita. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahurt 2002 memperlihatkan hiperkolesterolemia menyebabkan 4,4 juta kematian di dunia dan angka ini dapat terus bertambah. Kondisi ini memang sulit dielak, pasalnya gaya hidup yang tidak sehatlah kerap menajdi sa;ah satu biang keladinya berbagai penyakit, seperti kolesterol tinggi.
Ketidakseimbangan nutrisi dalam pola makan, terutama banyak mengonsumsi makanan berlemak jenuh dan berkolesterol tinggi menjadi penyebab. Gaya hidup seperti perokok aktif, dan kurangnya waktu beristirahat serta berolahraga juga menjadi pemicunya. Stres dan beban emosional lainnya juga menambah beban pencetus penyakit.
Kolesterol’tinggi turut dise-babkan oleh faktor genetik atau keturunan. Seperti orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit hipertensi, obesitas, dan diabetes mellitus.
Gejala yang biasa dirasakan seperti leher kaku, pegal-pegal, sakit kepala dipercaya sebagai gejala kolesterol tinggi. Namun sebenarnya kolesterol tinggi tidak menunjukkan gejala apa-pun, maka dianjurkan untuk rutin memeriksakan kadar kolesterol Anda.
Kolesterol
Tidak melulu kolesterol bersifat jahat. Sebenarnya kolesterol adalah zat yang dibutuhkan oleh manusia. Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat.
Dilansir dari situs Yayasan Jantung Indonesia (YJI), koles¬terol berfungsi untuk membentuk dinding sel dalam tubuh dan merupakan bahan dasar pern-bentukan hormon-hormon steroid.
Sifat kolesterol tidak larut dalam cairan darah sehingga untuk mengangkutnya ke seluruh tubuh dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai “pembawa” (carrier) kolesterol dalam darah.
Kembali menurut YJI, bila asupan kolesterol tidak mencukupi, sel hati akan memproduk-sinya. Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan ten masuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat ber¬fungsi sebagaimana mestinya.
Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipopro¬tein HDL (High Density Lipoprotein ) untuk dibawa ke hati. Selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam ( cairan ) empedu.
Kolesterol bisa meningkat jumlahnya Karena makanan yang berasal dari lemak hewanj, telur, atau junk food. Bila koles¬terol dalam tubuh berlebih akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan kondisi. yang disebut aierosklerosis.
Aierosklerosis adalah penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal penya¬kit jantung dan stroke.
Jaga kadarnya
Mengingat bahayanya, tentu kolesterol tinggi akan menjadi problem kesehatan bila tidak ditangani dengan cermat. Oleh sebab itu tidak ada kata lain untuk melakukan upaya pencegahan, sebelumnya semuanya terlambat dan susah dipulihkan.
Jaga kadar kolesterol sedari sekarang, dalam batas yang dianjurkan para pakar kesehat¬an. Caranya dengan kembali menerapkan kebiasaan hidup sehat, yangdimulai dengan pola makan sehat serta menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi. Di samping itu, jadikan kebiasaan berolahraga secara teratur dan melakukan pemerik-saah kolesterol secara berkala serta berkonsultasi dengan dok-ter bila ada gangguan.
Untuk membaritu mengurangi kadar kolesterol tinggi, Nutrive Benecol dapat menjadi salah satu solusi tepat yang baik dikonsumsi dua botol setiap harinya. Pasalnya, produk minuman kesehatan besutan Kalbe Nutritionals ini mengandung Beneco/yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE).
PSE adalah bahan alami karena berasal dari tumbuhan dan aman karena sudah mendapat status GRAS (Generally Recognized as Safe) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (US PDA).
Seperti yang diutarakan oleh dr. Fransisca Diah. Ambarwati, Product Research Specialist Kalbe Nutritionals “Manfaat yang diberikan oleh Nutrive Benecol memang dikhu-suskan untuk membantu menjaga dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan koles¬terol total. Seperti kita ketahui, kadar kolesterol darah sangat terkait dengan risiko penyakit jantung.”
Fransisca menambahkan, “Nutrive Benecol hadir berbentuk smoothie yang merupakan minuman sehat karena meru¬pakan campuran dari susu dan buah. Di dunia, produk Benecol tersedia dalam beberapa bentuk seperti keju, margarin dan yoghurt. Sedangkan Benecol dalam bentuk smoothie justru diluncurkan pertama kali di dunia oleh Kalbe Nutritionals di Indonesia.”
Hidup sehat adalah tujuan ideal setiap orang, maka perlu upaya positif untuk mencapainya. Seperti ajakan Nutrive Benecol bersama YJI kepada masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga kadar kolesterolnya.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments