Kesehatan dan kebersihan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling mempengaruhi. Bila lingkungan kotor dan perilaku sehari-hari tidak bersih, tentu memudahkan terjadinya berbagai penyakit. Otomatis, kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan seseorang.
Liat saja bagaimana penyakit menular akibat sanitasi lingkungan yang tidak bersih kerap menghantui, dan prevalensinya meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini pun bisa menimpa siapa saja, bahkan mulai dari usia bayi dan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Bila tidak ditanggulangi dengan cepat, bisa berdampak fatal pada kematian.
Seperti hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 yang menginformasikan bahwa proporsi penyebab kematian bayi (umur 29 hari-11 bulan) terbanyak, disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan intervensi lingkungan dan perilaku yaitu diare dan pneumonia (55,2 persen), masing-masing diare 31,4 persen dan 23,8 persen karena pneumonia. Demikian juga proporsi penyebab kematian anak usia 1-4 tahun, diare dan pneumonia masih menjadi penyebab utama, masing-masing diare 25,5 persen dan pneumonia 15,5 persen.
Masalah ISPA
Di samping pneumonia sebagai salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), ternyata secara keseluruhan, ISPA masih menjadi problem kesehatan nasional.
Kembali berdasarkan paparan Riskesdas 2007, masih ada 13 provinsi di Indonesia yang memiliki prevalensi ISPA di atas rata-rata nasional, yaitu di atas 25, 5 persen. Provinsi itu adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung hingga paru-paru ini begitu cepat menular karena perantaranya begitu mudah. Sebut saja seperti air’ ludah, darah, bersin, dan udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat ke saluran pernapasan atas.
Sedangkan batuk, walaupun kerap masih dikategorikan penyakit ISPA yang tergolong ringan, jamak dialami oleh setiap orang. Namun, bukan berarti penyakit ini tidak perlu mendapat penanganan yang tepat.
Pasalnya, dilansir dari panduan Sobat Komix-Membangun Indonesia sehat, terdapat fakta yang menyatakan bahwa orang yang bersin atau batuk akan mengeluarkan butiran-butiran kecil yang akan terhirup orang lain di sekelilingnya. Dan hal ini berpotensi untuk menulari hingga tiga jam berikutnya.
Fakta menarik lainnya bahwa dari batuk dan bersin ternyata mempunyai kecepatan menyebar yang sangat cepat, yaitu 70 mil per jam. Ini berarti bisa lebih dari 10 kali lebih cepat dari lari kita. Bahkan hanya dengan 30 detik setelah mengenakan sapu tangan, bisa ditemukan 15 ribu bakteri penyakit.
Mengingat penularan batu dan pilek begitu mudah dan cepat, maka ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan seperti menggunakan masker ataupun tisu saat batuk, bukan dengan sapu tangan, tetap di rumah atau istirahat dan menjauh dari orang di sekitar, jika memungkinkan. Kemudian, bukalah ventilasi secara teratur untuk menghilangkan kuman yang ada di udara, agar membantu sirkulasi udara yang segar masuk ke dalam ruangan. Kemudian hindari kontak fisik dengan orang yang terkena flu dan minum air putih yang banyak.
Sebagai upaya kuratif bagi penderita batuk, mereka bisa memilih obat batuk yang sudah tepercaya oleh masyarakat Indonesia. Dan pilihan itu adalah Komix, petopor obat batuk cair yang sudah hadir sejak 20 tahun lalu, dan dalam kemasan sachet produksi PT Bintang Toedjoe.
Pola hidup
Komix pun terus berinovasi memberikan peran positif kesehatan masyarakat. Maka, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-20, Komix mengusung tema “Membangun Indonesia Sehat” yang diwujudkan dengan mengadakan rangkaian kegiatan kesehatan, khususnya untuk saluran pernapasan atas, di 20 kota di Indonesia. Kegiatan utamanya adalah mengajak masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) KOMIX satu jam setiap harinya.
“Kita melaksanakan kegiatan ini di 20 kota sejak akhir Maret hingga akhir Mei 2010. Acara terbesar dari rangkaian ini telah dihelat di Yogyakarta 9 Mei silam. Dan dua puluh kota terpilih adalah yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Kediri, Surabaya, Jombang, Bali, Makassar, dan Banjarmasin,” ujar Daniel Christianto, Senior Brand Manager PT Bintang Toedjoe.
Pelaksanaan di masing-masing kota dilakukan selama 20 hari, di mana setiap harinya minggunya pada setiap minggu diadakan event khusus. Seperti minggu pertama dengan senam pernapasan Komix, minggu kedua dengan jalan sehat, dan lomba senam pernapasan antar RW di satu kelurahan terpilih pada minggu ketiga. Berbagai acara itu, semuanya dilakukan di lapangan atau area kelurahan terpilih dan dapat dinikmati oleh para warga bersama keluarganya.
Daniel menambahkan, “Sebagai tempat perhelatan acara, kita akan mencari satu kelurahan di tiap-tiap kota penyelenggaraan. Dan kriteria kelurahan yang dipilih adalah yang warganya sudah memiliki kesadaran PHBS, tapi belum terorganisir dengan baik. Untuk itu mencari data yang tepat, kita melakukan survei dari tim di cabang lokal, Event Organizer lokal, serta pemerintahan lokal setempat.”
Menariknya lagi, dalam melakukan kegiatan tersebut, Komix tidak sendirian, tapi mengapfl masyarakat untuk peduli dengan lingkungannya melalui Sobat Komix. Sobat Komix ini merupakan Kumpulan anggota PKK Kelurahan yang terbuka untuk bekerja sama dengan Komix, dimana mereka berperan aktif menggerakkan warganya untuk hidup Bersih sehat.” Program ini pun dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi dan berbagi tips kesehatan serta Lomba Sehat Lingkungan tingkat RW.
Daniel berharap ke depannya, Sobat-sobat komix yang telah bekerja sama, akan tetap melaksanakan PHBS bersama seluruh warga. Mereka terus melaksanakan, mensosialisasikan ke kerabat-kerabat dan warga lainnya di mana kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah.
“Kita berharap dengan program PHBS ini, penyakit saluran pernapasan bisa lebih berkurang. Dan tidak menutup kemungkinan, bila Komix akan mengembangkan program PHBS ini di kota-kota lainnya, ” tutur Daniel.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments