Semoga panjang umur dan sehat selalu. Itulah ucapan dan harapan yang biasanya disampaikan saat seseorang berulang tahun. Ingin sehat? Ya, siapa yang tidak mau.
Tak pandang usia, jenis kelamin, suku, dan agama, kesehatan telah menjadi kebutuhan dasar individual dan universal. Apalagi di tengah maraknya modernisasi serta persaingan usaha yang kian kompetitif, membuat banyak perusahaan membutuhkan “amunisi” untuk mengembangkan usahanya. Dan amunisi itu salah satunya berupa sumber daya manusia berkualitas. Tentu, tidak diukur dari intelektualitas dan pengalaman kerjanya saja, tapi juga kualitas kesehatannya.
Lihat saja, banyak fenomena para calon karyawan potensial justru berakhir dengan kegagalan. Hal ini terjadi karena mereka tidak lolos di tes kesehatan. Biasanya kondisi tersebut akibat mereka memiliki penyakit yang cukup mengkhawatirkan. Sewaktu-waktu penyakit yang diidap bisa berdampak kronis, ibarat “bom waktu”
Preventif
Tak pelak, teringat pepatah klasik, “mencegah lebih baik daripada mengobati.” Ya, kesehatan tak bisa ditawar-tawar lagi. Saatnya lakukan upaya pencegahan alias preventif. Jangan tunda-tunda mulailah dari sekarang.
Upaya preventif ini pun tidaklah sulit. Kuncinya adalah niat mendapat kualitas hidup yang baik dibarengi rutin menjalani pola hidup sehat. Mulailah dengan kembali memiliki pola makan yang sehat dan bergizi seimbang, cukup berolahraga, dan cukup beristirahat. Berbagai layanan dan produk kesehatan pun bisa mendukung pola hidup ini.
Untuk menunjang istirahat yang cukup tentunya dapat ditunjang tempat tidur yang memberikan kenyamanan sekaligus menyehatkan tubuh. Salah satunya adalah memetik manfaat dari matras dan bantal Tempur.
Disamping itu, untuk menjaga tubuh tetap aktif bergerak walau usia terus beranjak, sematkan suplemen kesehatan dalam pola makan harian Anda. Contohnya Nature’s Plus Ultra RX-Joint yang membantu mencegah osteoarthritis.
Sedangkan untuk meraih kesehatan optimal di setiap keluarga, Advance Reverse Osmosis bisa menjadi pilihan, untuk memperoleh air minum murni, sehat, dan berkualitas. Tak lupa, untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan, lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) a/a Komix setiap harinya.
Indra penglihatan
Kesehatan tubuh tidak akan sempurna bila tidak ditunjang oleh panca indra yang baik, termasuk indra penglihatan. Untuk mengetahui kondisi organ penglihatan Anda, rutinlah pergi ke dokter spesialis mata, paling tidak dalam rentang waktu enam bulan hingga setahun sekali. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Jakarta Eye Center (JEC).
Bemacam-macam penyakit mata bias saja menimpa siapa pun dan kapan pun. Bahkan, ada yang tidak menimbulkan rasa sakit dan keluhan spesiifik, tapi penglihatan bisa mendadak menghilang, baik secara sebagian atau sepenuhnya.
Hal itu bisa jadi akibat ablasi retina/ atau ablatio retina (retinal detachment).
la adalah penyakit mata yang terjadi karena retina terlepas dari posisi normal. Retina tidak dapat berfungsi ketika lepas dari dasarnya. Akibatnya penglihatan pun menjadi kabur bahkan dapat mengakibatkan kebutaan bila dibiarkan dan tidak segera dilakukan tindakan medis.
Retina itu sendiri merupakan lapisan saraf yang ada di bagian belakang mata yang berfungsi untuk menerima cahaya dan mengirimkan bayangan ke otak kita.
“Pada keadaan normal, retina itu menempel pada tempatnya sekaligus ia mendapat makan dari tempatnya itu. Maka bisa dibayangkan retina seperti rumput yang tumbuh. Jadi, kalau terlepas, otomatis retina tidak dapat makan dan fungsinya pun menurun bahkan bisa menghilang,” papar Dr Elvioza SpM(K), Ophthalmologist JEC.
Menurut Elvioza ada gejala ablasi retina yang bisa dicermati yaitu munculnya kilatan sinar yang kemudian diikuti semacam serat- serat atau rambut hitam yang banyak dan selalu bergerak pada penglihatan. Dalam keadaan mata tertutup pun kilatan sinar ini juga bisa terasa.
Bila terjadi gejala ini, menunjukkan saat tersebut retinanya robek. Melalui robekan tadi, cairan masuk dan mengangkat retina dari dasarnya, seperti wallpaper lepas dari dindingnya. Oleh karena itu perlu juga mengetahui faktor-faktor yang berisiko dengan penyakit ini.
Seseorang yang memiliki gangguan penglihatan .dengan minus tinggi, di atas empat akan berisiko terkena ablasi retina. Selain itu, faktor usia pun turut mempengaruhi. Semakin bertambah usia, kondisi retina pun akan semakin tipis.
Di sisi lain, apabila pernah mengalami trauma atau cedera pada mata baik trauma tumpul maupun tajam bisa berisiko akan ablasi retina. Risiko lainnya, apabila mempunyai riwayat keluarga dengan ablasi retina serta telah mengalami ablasi pada mata sebelahnya.
Dipaparkan oleh Elvioza, “Kedua bola mata ibarat anak kembar yang simetris. Satu terkena ablasi retina, sebelahnya pun ada kecenderungan ikut terkena.”
“Di samping itu, faktor risiko bisa akumulatif pada seseorang. Semakin banyak faktor risiko pada seseorang, kemungkinan terkena ablasi retina semakin tinggi, dimana rasio penderita wanita dan pria hampir sama jumlahnya,” tukas Elvioza.
Ablasi retina termasuk penyakit yang sangat serius dan bersifat emergency. Sehingga sebaiknya secepat mungkin penderita bisa ditangani untuk menghindari dari kebutaan permanen. Tindakan yang dibutuhkan untuk penyakit ini memerlukan teknologi modern.
Banyak cara untuk menangani ablasi retina, tergantung dari kondisi pasien. Pada robekan retina biasanya dilakukan tindakan medis dengan laser atau cryotherapy seperti “mematri” retina. Sedangkan bila retina terlepas, salah satu tindakan operasi yang dapat dilakukan dengan teknologi baru yaitu Transconjungtiva Sutureless Vitrectomy (TSV) dengan waktu lebih singkat, rehabilitasi penglihatan lebih cepat, dan pasien meraih kenyamanan yang lebih baik.
Oleh karena itu, Elvioza berpesan, bila Anda memiliki faktor-faktor risiko yang telah disebutkan sebaiknya cepat datang ke dokter spesialis mata dan mengontrol kondisi retina secara rutin.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments