Coldplay, adalah band rock alternatif Inggris yang dibentuk di London pada tahun 1998. Grup ini terdiri atas Chris Martin (vokalis utama, keyboard, gitaris), Jonny Buckland (memegang guitar), Guy Berryman (gitar bass), dan Will Champion (drum, suara latar dan alat musik lainnya).
Materi Coldplay awalnya dibandingkan seperti Radiohead, Jeff Buckley, U2, dan Travis. Mereka mencapai ketenaran di dunia setelah mengeluarkan albumnya yang berjudul “Yellow”, yang diikuti dengan debut album mereka Parachutes (2000), yang mendapatkan nominasi Penghargaan Mercury. Album band kedua, A Rush of Blood to the Head (2002), berhasil memenangkan berbagai kejuaraan, termasuk album NME sebagai Album of the Year. Mereka kemudian mengeluarkan X&Y (2005), yang mendapatkan lebih sedikit antusias, meskipun masih dalam tingkat positif.
Album band keempat, Viva la Vida or Death and All His Friends (2008), yang diproduksi oleh Brian Eno dan dikeluarkan lagi yang kemudian banyak mendapatkan ulasan yang cukup baik, yang mendapatkan beberapa penghargaan nominasi Grammy dan berhasil menang. Coldplay telah berhasil menjual sebanyak 50 juta rekaman ke seluruh dunia.
Sejak dikeluarkannya Parachutes, Coldplay telah terlihat terkena pengaruh dari sumber yang lain, termasuk Echo & the Bunnymen, Kate Bush, George Harrison dan Musehttp://en.wikipedia.org/wiki/Coldplay - cite_note-6 di A Rush of Blood to the Head, Johnny Cash dan Kraftwerk untuk X&Y dan Blur, Arcade Fire dan My Bloody Valentine di Viva la Vida.
Coldplay memiliki banyak penggemar yang aktif yang terdiri dari berbagai kalangan sosial dan politis, seperti saat Oxfam melakukan pameran dagang perusahaannya dan juga Amnesty International. Grup ini juga melakukan berbagai pertunjukkan sosial seperti Band Aid 20, Live 8, Sound Relief, dan the Teenage Cancer Trust.
Chris Martin dan Jonny Buckland bertemu sekali saat mereka memberikan orientasi mingguan di University College London (UCL) pada bulan September 1996. Pasangan tersebut kemudian menghabiskan sisa tahun tersebut untuk merencanakan band kampus, yang kemudian dibentuklah grup yang bernama Pectoralz. Guy Berryman, rekan sekelas keduanya, kemudian bergabung dengan grup ini.
Pada tahun 1997, grup mengganti namanya menjadi Starfish, yang kemudian menunjuk Camden sebagai promotor di klub-klub kecil. Martin juga merekrut teman lamanya saat disekolah yang bernama Phil Harvey, yang telah belajar tentang klasik di, sebagai manager band. Saat ini, Coldplay menunjuk Harvey sebagai anggota kelima grup.
Barisan band ini lengkap saat Will Champion bergabung yang berperan memainkan perkusi. Champion terus mengembangkan permainan pianonya, gitar, bass, dan seruling kecil, dia juga belajar drum dengan cepat meskipun belum memiliki pengalaman. Band ini kemudian tetap menggunakan nama “Coldplay” yang merupakan saran dari Tim Crompton, seorang siswa lokal yang telah memberikan nama untuk grup ini. Pada tahun 1997 Martin juga bertemu dengan siswa Classics yang bernama Tim Rice-Oxley.
Selama akhir pekan di Virginia Water, mereka meminta mereka untuk memainkan musik mereka dengan piano. Martin, menemukan Rice-Oxley yang berbakat, yang kemudian memintanya untuk menjadi pemain keyboard Coldplay, tetapi Rice-Oxley menolaknya karena dia memiliki band sendiri (Keane) yang sudah mulai beroperasi. Di hari-hari kemudian, peristiwa ini menjadi barisan kedua dari Keane dan membuat Coldplay tidak tergoyahkan, yang kemudian menjadikan kedua band ini sebagai kwartet.
Di tahun 1998, band ini mengeluarkan 500 copy untuk Safety EP. Hampir semua disk diberikan ke perusahaan rekaman dan teman-teman mereka, hanya 50 buah copy yang dijual ke masyarakat. Pada bulan Desember, Coldplay menandatangani label independen Fierce Panda. Album keluaran pertama mereka adalah tiga track Brothers and Sisters EP, yang mereka rekam dengan cepat selama empat hari di bulan Februari 1999.
Setelah menyelesaikan ujian akhir mereka, Coldplay menandatangani Parlophone untuk kontrak lima buah album pada musim panas tahun 1999. Setelah melakukan penampilan pertama mereka di Glastonbury, band ini kemudian pergi ke studio rekaman untuk merekam album EP yang ketiga yang berjudul The Blue Room. Lima ribu copy dibuat untuk umum pada bulan Oktober, dan singlenya yang berjudul “Bigger Stronger”, diterima oleh siaran radio BBC 1.
Sesi perekaman The Blue Room sangat heboh. Martin menendang Champion keluar dari band tetapi kemudian meminta dia untuk kembali lagi, dan ini karena kesalahannya, pergi untuk minum-minuman keras. Seringkali, band dapat mengatasi perbedaan-perbedaan yang ada dan meletakkan kembali ke peraturan yang baru untuk tetap menjaga grup tetap utuh. Dengan inspirasi dari band-band seperti U2 dan R.E.M., Coldplay memutuskan supaya mereka dapat menjalankan demokrasi, dan keuntungan yang diperoleh dibagi sama rata. Serta band akan memecat siapa saja yang menggunakan obat-obatan terlarang.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments