Siapa yang pernah membayangkan jika di hari tua nanti, jalan tertatih-tatih dan mudah mengalami cedera tulang? Kualitas hidup tentu akan menurun dna terpaksa harus bergantung kepada keluarga dan sanak saudara. Seharusnya kondisi ini tidak akan terjadi apabila telah dilakukan upaya pencegahan dan deteksi dini sedari awal terhadap kesehatan tulang Anda.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Bicara mengenai kesehatan tulang, menarik untuk diawali tentang ilmu kedokterannya sendiri yang mempelajari tentang tulang dan sendi, yaitu ortopedi. Secara umum ortopedi diartikan sebagai segala sesuatu tentang kelainan yang terjadi pada sistem musculoskeletal dan semua jaringan yang ada di situ, disebut ekstremitas atau anggota gerak mulai dari bahu hingga ujung jari tangan dari panggul hingga ujung kaki.
Maka bisa dikatakan, Ilmu ortopedi bersifat luas tidak hanya mempelajari tulang dan sendi saja, tapi juga mempela¬jari hal lainnya yang berkaitan, tidak melulu berkorelasi dengan bedah tulang.
Seperti yang dituturkan Dr. Jeffrey J. Tedjajuwana, SpOT, Orthopedic Surgeon Siloam Hospitals Kebon Jeruk, terdapat tujuh sub bidang ilmu ortopedi yaitu traumatologi yang mempelajari bentuk trauma yang mencederai anggota gerak, seperti akibat kecelakaan lalu lintas, bencana alam, dan sebagainya. Selanjutnya adalah spine atau tulang belakang, bagian dari ilmu ortopedi yang mempelajari persarafannya termasuk sumsum tulang belakang.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Sub bidang ilmu yang ketiga ialah rekonstruksi atau joint replacement, bidang ortopedi jrang mempelajari problem-problem sendi, meliputi bidang yang berurusan dengan memperbaiki fungsi sendi. Pasalnya, sendi akan mengalami proses penuaan sehingga sendi menjadi aus atau terkikis, maka perlu dilakukan tindakan untuk memperbaiki fungsi sendi. Untuk rekonstruksi de¬ngan cara operasi merupakan pilihan terakhir. Maka, sebelum mengambil keputusan ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memelihara keutuhan sendi.
Kemudian sub bidang keempat adalah sport medicine yang merupakan sub bidang ortopedi yang berhubungan dengan sendi, bukan karena proses penuaan tapi karena cedera akibat kegiatan aktivitas olahraga atau fisik yang terlampau berat.
Selanjutnya ialah Pediatric, satu bidang ilmu ortopedi yang seluruhnya melulu tentang kelainan atau masalah di bidang ortopedi pada usia anak, terhitung dari bayi hingga usia sekitar 12-14 tahun. Biasanya masalah yang timbul adalah kelainan bawaan, infeksi, tumor, trauma pada jaringan tulang dan sendi anak. Selain pediatric masih ada sub bidang onkologi, yang mempelajari tumor di musculoskeletal.
Untuk sub bidang terakhir ialah hand and micro surgery berkaitan dengan tangan, dan tindakan pembedahan yang memerlukan magnifikasi atau pembesaran yang memerlukan kaca pembesar atau mikroskop dalam penanganannya. Ta¬ngan dipisahkan menjadi sub bidang ortopedi sendiri, karena merupakan bagian ektremitas yang sangat rumit dan kompleks dibanding bagian lainnya.
Ketujuh sub bidang ortope¬di yang diuraikan di atas memiliki keterkaitan satu sama lain, sehingga setiap orthopedic atau spesialis bedah tulang dipastikan menguasai seluruh bidang ilmu tersebut, yang sa¬ngat berguna untuk menangani permasalahan tulang dan sendi berikut jaringannya.
Kesehatan tulang
Di Indonesia, problem terbesar yang terjadi ialah masalah yang berkaitan de¬ngan trauma atau cedera. Selain itu, dengan bertambahnya umur harapan hidup di Indonesia, semakin banyak jumlah penyakit yang berkaitan dengan proses degeneratif atau pertftaan, yaitu penuaan di sendi dan tulang,” ujar Jeffrey, la menambahkan, kondisi tersebut salah satunya dipicu oleh semakin banyak dan berkembangnya alat pemeriksaan yang semakin canggih, sehingga terkesan penyakit semakin banyak. “Padahal dari dulu penyakit tersebut mungkin sudah ada, hanya belum terdeteksi secara optimal,” ujarnya.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Kondisi ini juga diamini oleh Dr. Henry Suhendra, Kepala Bagian Bedah dan Orthopaedi Siloam Hospitals Kebon Jeruk. Menurutnya, sebagian besar para pasien yang mengalami gangguan tulang dan sendi, terbagi menjadi dua jenis pasien tua dan muda. Untuk pasien berusia lanjut, umum-nya datang karena penyakit de¬generatif seperti osteoarthritis dan osteoporosis yang dikenal juga sebagai keropos tulang. “Nan, untuk pasien muda, kebanyakan yang datang karena sport injury, cedera karena aktivitas olahraga yang berkai¬tan dengan sport medicine,” kata Henry.
Waspadai osteoporosis
Penyakit degeneratif yang patut diwaspadai sampai saat ini karena tidak adanya gejala atau keluhan yang spesifik adalah osteoporosis. Maka, penyakit ini pun dijuluki ’silent disease’. Pasalnya, tidak ada rasa nyeri yang terasa saat proses pengeroposan itu terja¬di kecuali akhirnya terlihat saat tulang patah, walau kendati terkadang patahnya pun tidak bisa dilihat hanya bisa diamati dengan mikroskop elektron.
Ostoeporosis merupakan kondisi di mana kepadatan massa tulang atau kalsium dalam tulang yang mempunyai nilai T-score (standar nilai mengukur densitas tulang) dibawah -2,5 berarti sudah masuk kategori osteoporosis.
Proses menuju kondisi osteoporosis merupakan pro¬ses yang berjalan seumur hidup, seperti pada usia dewasa muda, berkisar 35-40 thn sudah terjadi proses pengeroposan tulang, di mana proses ini memiliki kecepatan yang sama antara pria dan wanita.
Namun saat wanita me¬ngalami proses menopause, dua hingga empat tahun setelahnya, proses pengero¬posan tulang bertambah seki¬tar dua sampai tiga kali lebih cepat daripada sebelum menopause. Dengan kata lain wanita pada kondisi setelah menopause memiliki kece¬patan dua sampai tiga kali lebih cepat dibanding pria.
Pencegahan dan penanganan
Mengingat sifatnya yang berupa silent disease, perlu dilakukan rangkaian upaya pencegahan dan juga pende-teksian terhadap risiko osteoporosis secara berkala, maksimal enam bulan hingga satu kali dalam setahun. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya kondisi osteoporosis di kemudian hari. Selain itu tetap diperlukan pemeliharaan badan keseluruhan yang mendukung terciptanya kesehatan tulang.
Untuk permasalahan pe¬nyakit tulang dan sendi lain¬nya salah satunya dapat dilakukan dengan cara rehabilitasi medik atau fisioterapi. Seperti yang terdapat di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, berupa Documentation Based Care sebuah program rehabilitas untuk penanganan nyeri leher, pinggang, bahu, dan lutut.
Dr Pitono Yap, Chief Executive Officer Siloam Hos¬pitals kebon Jeruk menjelaskan ‘Sejak awal rumah sakit kami memiliki fokus kepada bidang ortopedi. Sehingga dijadwalkan target kurang lebih tiga tahun ke depan ialah menjadikan rumah sakit ini sebagai Orthopedy Center yang memberikan layanan dan fasilitas lengkap, mulai dari alat penunjang diagnosa, hingga peralatan operasi.” Pitono menekankan, “Melalui kerja sama dengan Orthopedy Center Singapore General Hospital, dilakukan exchange knowledge dengan dokter-dokter Kami, dengan salah satunya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan pelayanan rumah sakit ini.”
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments