Di sebuah taman di jalan Ir H Juanda, Bandung, sekumpulan anak muda tengah asyilk memadukan bunyi-bunyian dari 3 alat musik sederhana. Itar mengisi melodi, gallon air mineral mengatur tempo, dan setumpuk tutup botol yang dipaku pada sebilah kayu sebagai pemanis dentingan. Harmonisasi terjadi, sebuah lagu hasil karya sendiri terlantunkan dengan baik. Tanpa alat musik modern, mereka tetap bisa berkreasi.
Kreativitas. Ya, hanya bermodal itu, sebuah karya indah bisa tercipta. Contoh lain adalah sekelompok pemuda berdandan ala punk dengan pakaian lusuh. Dalam citra nyentrik, mereka adalah bagian dari perkembangan nilai budaya yang bercampur dan melahirkan ide-ide unik.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
“Kita sebagai regulator sudah seharusnya sadar akan kelebihan kultur di Bandung dan Jawa Barat. Harus ada bentuk dukungan dalam menyikapi tiap potensi yang dimiliki sumber daya manusianya. Dalam industri kreatif, sudah saatnya kita bisa menyi¬kapi secara positif. Penampilan nyentrik anak-anak komunitas bukan untuk dicerca dan dihalang-halangi. Mengapa kita tidak menganggap itu adalah apresiasi seni yang akhirnya bisa berkembang pada kemajuan berbagai sektor, salah satunya industri kreatif,” ucap Agus Gustiar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Senin (12/10).
Dalam 3 tahun terakhir, Agus mengaku pemerintah daerah mulai sadar akan nilai potensi kreatif yang dimiliki masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung. Dukungan akan terus dicanangkan oleh pemerintah provinsi dan kota untuk membuka setiap peluang perluasan potensi ini.
PERILAKU KOMUNITAS
Peradaban Bandung terbilang unik. Menjadi daerah tujuan wisata dan juga pendidikan bagi banyak orang membentuk Ban¬dung kaya akulturasi budaya.
“Saya katakan Bandung ini unik untuk situasi perkembangan sosialnya. Di sini banyak universitas favorit. Dari sini tentu banyak pertemuan budaya. Akulturasi terjadi secara positif, tapi satu hal yang tetap saya salut adalah perkembangan budaya tidak serta merta menghapuskan nilai-nilai kelokalan. Hasilnya, akulturasi terbentuk dalam situasi kaya ide yang tetap berpacu pada kearifan budaya lokal Bandung,” tutur Agus.
Dari sebuah perkumpulan ke-cil yang tercipta karena kesamaan hobi, visi, dan misi, berbagai komunitas mulai tercipta. Sekedar kumpul dan sharing, ide-ide mulai lahir dan akhirnya membawa mereka pada tindakan baru yang lebih terakomodir dan mu¬lai mengarah pada visi perekonomian.
“Dulu kami ada pada trap ko¬munitas masing-masing yang bersifat informal. Pertemuan sa¬tu orang dengan orang lainnya dari komunitas berbeda memba-wa pada kecocokan visi. Akhir¬nya kami sepakat bergabung dalam Bandung Creative City Forum (BCCF) yang mewadahi beberapa komunitas. Ini terjadi pada akhir 2007,” ucap Tubagus Fiki Satari, Program Director BCCF. Diakui, komunitas memang ada pada kondisi toleran yang lebih utuh dibandingkan dengan situasi sosial di korporasi bertajuk bisnis. Fanatisme pada per¬kumpulan dan idealisme pada tiap tujuan, membuat komunitas berkembang secara signiflkan walau tidak terakomodir secara manajerial profesional.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
15 SUBSEKTOR
Menengok peradaban manca-negara, khususnya London di Inggris dan Silicon Valley di AS, adopsi dicanangkan dalam membagi industri kreatif dalam 14 sub sektor, di antaranya musik, film, desain, arsitektur, fesyen, animasi, dan sebagainya. Lebih jauh Agus mengatakan, Disperindag berencana meningkatkan kuantitas subsektor menjadi 15 dengan tambahan sektor kuliner.
“Saya melihat peluang kuliner amat besar. Wisatawan yang datang ke Bandung pasti mengidamkan menikmati makanan lezat dan unik. Untuk itu, kuliner juga berpeluang dikembangkan dalam industri kreatif,” ucapnya.
Merangkul subsektor yang ter¬bilang banyak ini tentu perlu koordinasi yang bertindak secara adil dan merata. Fiki, mengata¬kan, akan seadil mungkin mengatur koordinasi terhadap tiap komunitas yang mewakili subsektornya masing-masing.
Tentu tidak semudah yang dibayangkan ketika kita di BCCF harus mengoordinasi setiap sub¬sektor industri kreatif di sini. Sebisa mungkin BCCF akan memposisikan sebagai wadah bagi ti¬ap komunitas di tiap subsektor agar kesemuanya dapat berkem¬bang,” ujarnya.
Cara pertama dengan memfasilitasi tiap sektor dengan berba¬gai tindakan. Salah satunya event sebagai bentuk promosi yang terbukti mampu menyedot antusiasme masyarakat Ban¬dung. “Kami memiliki Helarfest yang terintegrasi sebanyak 67 event di dalamnya. Event-event tersebut mewakili tiap subsektor dalam BCCF. Ini adalah bentuk fasilitator dalam ajang promosi tiap produk dari industri kreatif yang tergabung pada kami,” jelas Fiki.
AMAT TOLERAN
Ide-ide bisa dengan mudah muncul dalam peradaban sosial Bandung. Masyarakat terkenal dengan keterbukaan dan tidak apatis dalam melihat sebuah per¬kembangan dan pembaharuan. Kebebasan individu dihargai di kota ini. Dalam sebuah rilis yang diterima Rabu (7/10), Ridwan Kamil, Ketua BCCF mengatakan, situasi kondusif sudah tercipta di Bandung untuk keterbukaan terhadap ide-ide baru, yang diperlukan adalah bukti dukungan nyata dari pemerintah.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Dalam pernyataan lain, Agus mengatakan sempat menyesalkan sikap pemerintah yang terbilang lambat sadar akan potensi dan terkesan mengekang nilai kreatif masyarakat Bandung terutama anak mudanya. Terutama pada kasus tragedi konser maut AACC pada 2008 lalu, Agus berpendapat semua ini juga disebabkan faktor pemerintah yang tidak memberikan akses luas un¬tuk komunitas musik berapresiasi.
“Tentu ada unsur traumatik untuk kasus AACC 2008 yang amat menusuk komunitas musik Indonesia khususnya Bandung. Ini bukan sekadar salah penyelenggara. Pemerintah tidak sa¬dar akan perlunya dukungan terhadap insan kreatif dalam be¬rapresiasi. Gedung AACC hanya sanggup menampung lebih kurang 200 orang. Namun karena sudah tidak ada lahan berekspresi, insan musik kala itu memaksakan untuk tetap menggelar konser. Ke depan, kami di pemerintahan akan sebisa mungkin memberi dukungan bagi mereka agar bisa sejalan dalam lajur positif. Ini juga sudah saya sampaikan pada pihak aparat untuk dapat menyikapi hal-hal seperti lebih bijak terutama pada perijinan,” ucapnya.
TANGGAPAN CIMAHI
Di sisi barat, Cimahi, sebagai wilayah yang terkenal akan kedigdayaan militer kini mulai bergerak pada dukungan dan pengembangan industri kreatif.
Realisasi awal adalah pembangunan Baros Cyber Creative Center yang ditargetkan beroperasi awal 2010. Dirilis. Kompas Jawa Barat, Jumat (9/10), Wall Ko¬ta Cimahi Itoc Tochir, mengata¬kan, bangunan ini akan diproyeksikan menjadi. wadah bagi pengembangan industri kreatif terutam di wilayah Cimahi.
Tiga sektor yang diunggulkan adalah film, animasi, dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Melihat potensi SDM mereka di perguruan tinggi, TIK menjadi salah satu bidang kajian potensial yang dapat berkembang cepat di sini. Untuk film, Agus mengatakan, lekuk ba¬ngunan tua yang khas di Cimahi adalah keunggulan.
“Bangunan-bangunan itu bisa menjadi studio outdoor yang potensial dan menunjang. Kami sudah mencoba untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam industri perfilman untuk dapat memanfaatkan potensi studio outdoor di Cimahi. Dan dukungan mereka cukup baik, karena beberapa dari mereka tertarik melakukan produksi di sana,” katanya.
Di lain hal, Itoc mengatakan, konsentrasi industri perlahan akan ditambahkan. Melihat peluang pada fesyen dan kuliner, Itoc berharap akan segera ada perluasan ke arah sana. Tidak seperti fesyen di Bandung dengan ciri khas karya distro, Cimahi coba mengepankan hal yang berbeda dengan promo-si batik khas Cimahi.
Untuk mengaplikasikan semua misi ini, Pemkot Cimahi pada 2010 telah menyiapkan pendanaan sebesar 2-3 persen dari total APBD, yakni Rp. 700 milyar atau maksimal Rp. 21 milyar.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments