“Sebelum kita makan dik, cuci tanganmu dulu. Menjaga kebersihan, dik, untuk kesehatanmu…” Itulah potongan lagu anak-anak yang populer pada tahun 1980-an. Lirik lagu tersebut menjadi bentuk edukasi tentang pentingnya mencuci tangan sebelum makan. Tujuannya tak lain mengurangi kemungkinan terkontaminasinya makanan yang dapat menyebabkan tubuh terserang penyakit.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Hal itu tidaklah berlebihan. Pasalnya, tangaa merupakan organ tubuh yang paling aktif membawa kuman berpindah dari berbagai tempat tubuh manusia. Bagian tubuh ini terus bergerak dan mendukung semua aktivitas sehari-hari, seperti membawa barang belanjaan, menerima uang, mengetik, memasukkan makanan ke dalam mulut, dan memegang gantungan bis.
Sepanjang hari banyak ragam benda yang kita pegang ditambah dengan kontak tangan kita dengan orang lain. Maka tak heran, saat ini mencuci tangan sebelum makan saja dirasa kurang cukup, apabila tangan kemudian sudah menjadi media aktif dan langsung pembawa kuman penyakit.
ISPA dan diare
Saat ini, tingkat kematian di dunia yang disebabkan oleh virus dan kuman marak terjadi, di mana umumnya penyakit yang menggiring korban paling banyak adalah yang berkaitan dengan air dan erat berhubungan dengan sanitasi seperti, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare.
Menurut dr Helmin Silalahi, praktisi kesehatan, ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak-anak. “Bakteri dan virus penyebab infeksi saluran pernafasan diantaranya bakteri stafilococus dan streptococus serta virus influenza dan sinsitial virus. Melalui udara bebas, kuman penyakit akan masuk dan menempel pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu tenggorokan dan hidung yang berpindah lewat udara maupun dipindahkan oleh tangan,” jelas Helmin.
Sedangkan untuk diare, sebagai gambaran, menurut data Badan Kesehatan Du¬nia (WHO), dalam satu dekade terakhir, pe¬nyakit diare menduduki peringkat kedua di dunia setelah penumonia untuk angka kematian anak di bawah umur lima tahun. Diare telah menyumbang jumlah kematian sebesar 1,9 juta per tahun.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
“Selain ISPA, ternyata diare masih masih menjadi penyebab kesakitan dan kemati¬an yang signifikan di negara berkembang termasuk Indonesia. Secara umum, anak di bawah umur dua tahun mengalami 2-3 epi¬sode diare setiap tahunnya dengan angka kematian mencapai 8 permil. Diare pada anak, sebagian besar 85 persennya merupa¬kan diare akut,” papar Helmin.
la menambahkan bahwa diare akut umumnya adalah penyakit self limited. Dan penyebab paling sering diare pada anak adalah infeksi saluran cerna. Data epidemiologi pun memperlihatkan bahwa rotavirus dan bakteri merupakan penyebab paling ba¬nyak.
Biasanya bakteri dan virus tersebut menyerang anak-anak yang kekebalan tubuhnya lemah, misalnya saat perubahan musim panas ke hujan. Maka, selain menjaga kebersihan makanan dan sanitasi lingkungan, serta mempertahankan stamina yang prima, kebersih¬an tangan juga menentukan mudah atau tidaknya si anak tarkena penyakit tersebut.
Hari Cuci Tangan Sedunia
Begitu besarnya kaitan antara kebersihan tangan dan kesehatan, PBB merasa perlu memprakarsai hari khusus untuk mengingat masalah kebersihan tangan. Sejak tahun lalu, setiap 15 Oktober 2009 diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia (Global , Handwashing Day). Di Indonesia pun hari tersebut juga aktif dicanangkan dengan berbagai kegiatan edukatif yang mendukung terwujudnya keblasaan ini menjadi kebiasaan baik yang diterapkan “di seluruh penduduk Indo¬nesia.
Cuci tangan dengan menggunakan air saja menjadi hal yang umum dilakukan di seluruh dunia. Kendati begitu, kebiasaan ini masih kurang efektif dibandingkan dengan cuci tangan memakai sabun. Pasalnya, sabun dapat meluruhkan lemak dan kotoran yang mengandung kuman. Dengan penggunaan yang benar, semua sabun memiliki efektifitas yang sama dalam melu¬ruhkan kuman-kuman penyebab penyakit.
Mengingat banyaknya aktivitas yang dilakukan di luar rumah dan fakta yang membuktikan bahwa kuman dan virus bisa berpindah melalui benda yang dipegang, maka rasanya sangat beralasan jika WHO menganjurkan mencuci tangan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran vi-rus H1N1, kuman penyebab ISPA, dan diare.
Dengan semakin luasnya informasi dan edukasi mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan tangan, diharapkan dapat membantu mencapai tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs), yaitu mengirangi tingkat kematian anak-anak dibawah usia lima tahun pada 2015 hingga sekitar 70 persen.
Kebersihan Tangan
Menurut Helmin, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan tangan, yaitu dengan menggunakan sabun biasa dengan air mengalir, dan sabun antiseptic dengan air mengalir, dan cairan pencuci tangan dengan dasar alcohol.
Nah, yang perlu menjadi bahan pertimbangan ialah bagaimana memilih cara yang akan digunakan untuk membersihkan tangan dengan benar yaitu, efektifitas dan manfaat, maksudnya, kemampuan bahan yang digunakan untuk membunuh kuman yang ada di tangan. Kemudian, penerimaan di kulit yang menyangkut karakteristik dari produknya sendiri seperti bau, konsistensi, warna dan apakah menyebabkan iritasi dan kulit menjadi kering atau tidak. Kepraktisan dan mudah didapat jika suatu saat dibutuhkan, turut menjadi pertimbangan penting.
Dengan melihat factor kepraktisan dan fungsinya, cairan berbahan dasar alcohol. Seperti handy Clean, bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kebersihan tangan. Ada penelitian gel pembersih tangan yang dilakukan oleh dr. Thomas J Sandora dari Children’s Hospital and Harvard Medical School, Boston, Massachusetts, yang dimuat di jurnal Pediatrics, September 2005. penelitian tersebut membuktikan bahwa pembersih tangan jenis ini dapat dengan cepat membunuh kuman rotavirus. Jadi, luangkan waktu sejenak untuk memcuci tangan demi kesehatan di hari depan.
CARA MENCUCI TANGAN YANG BENAR
Tujuan kegiatan mencuci tangan untuk membersihkan tangan sehingga dapat menurunkan dan membunuh kuman yang menempel. Maka, kita perlu mengetahui cara tepat dan praktis seperti berikut :
• Dengan sabun biasa atau sabun antiseptic dengan air :
Basahi tangan -> sabun seluruh permukaan tangan -> gosok 15 detik -> bilas dengan air mengalir -> keringkan denga handuk atau tisu.
• Dengan cairan pencuci tangan dengan dasar atau bahan alcohol :
Tuangkan cairan ke telapak tangan -> gosok ke seluruh permukaan tangan -> biarkan sampai kering.
Selain memperhatikan cara yang benar, factor kebersihan kuku juga harus diperhatikan. Sebaiknya panjang kuku jangan melebihi 0,6 cm agar tidak menjadi tempat kuman bersembunyi dan dulit dijangkau.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments