Coraknya relatif terang dengan lekukan-lekukan tidak putus, seperti membentuk sebuah gambar awan. Pemilihan warna amatlah apik. Dengan menyatukan unsur muda dan tua, gradasi terbentuk dengan halus dan penuh esensi seni. Inilah motif Megamendung, salah satu desain khas yang ada dalam sebuah karya lokal, batik Cirebonan.
Hingga kini, batik masih identik dengan kota Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Desksripsi budaya Jawa Tengah memang amat erat dalam tiap peranti dari seni batik. Hing¬ga sebuah sudut di utara Jawa Barat, yakni Kabupaten Cirebon, mulai bicara dengan karya batik cetak dan tulisnya.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Sebenarnya, Tasikmalaya, Garut, Indramayu, dan sekitarnya juga menghasilkan batik namun tidak begitu terdengar se-bagai industri. Ditengarai ini semua karena perilaku kreatif masing-masing perajin dalam promosi yang berjalan masih indivi¬dual.
“Kami pengusaha dan para perajin secara masing-masing pemah beberapa kali mengikuti pameran. Setidaknya inilah. yang membuat industri batik di Cirebon bisa terdengar hingga skala nasional dan internasional,” ujar Edi Baredi, salah satu pengusaha batik Cirebonan.
Filosofi
Megamendung adalah se¬buah motif yang lahir dari latar belakang filosofi. Kedatangan bangsa China menjadi awal sejarahnya. Beberapa literatur menyebutkan, Sunan Gunungjati menikahi Ratu Ong Tien dari negeri China. Dalam perang-kat yang dibawa sang ratu ada keramik, piring, dan kain yang didominasi motif awan.
Dalam kepercayaan Taoisme, awan dipercaya sebagai simbol dunia atas yang menegaskan sudut kehidupan de¬ngan dunia yang luas, bebas, dan mempunyai makna transendental (ketuhanan). Corak awan juga sempat erat dalam seni rupa Islam di abad 19 yang digunakan para sufi untuk mengungkapkan kebebasan alam dunianya.
Tidak hanya gambar awan yang memiliki makna, tiap sapuan warna yang membentuk garis secara detail juga memiliki banyak pesan makna. Garis lengkungnya terbentuk beraturan dari lengkungan dalam yang mengecil kemudian membesar pada sapuan luar. Ini semua melambangkan harmonisasi dalam hidup. Garis naik turun dan besar kecil melambangkan pasang surut hidup manusia dan diharapkan pesan moralnya tercapai pada visi manusia harus bisa menstabilkan kehidupannya.
Jika ditelusuri, pembentukan motif Megamendung me¬mang terbilang detail dan rumit. Perajin tidak bisa bersikap seenaknya.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Seribu perajin
Jalan Panembahan Utara di Desa Panembahan adalah satu dari sekian desa yang juga merupakan sentra untuk kerajinan batik Cirebonan. Jika masuk lebih jauh, kita akan ditemui dengan deretan plang usaha ba¬tik. EB Batik Tradisional Cirebon merupakan satu dari banyak gerai yang terkenal dengan wisata batiknya.
Maum (48), seorang pera-jin, menunjukkan proses membatik yang dimulai dengan menggelar kain putih pada sebuah meja yang menjadi alas utama. Lewat sentuhan tangannya, gulungan kain putih ini perlahan mulai terlihat indah de¬ngan corak dasar berwarna kecoklatan.
Tahap ini adalah bagian dasar. Selanjutnya proses pelukisan akhir bisa dilakukan dengan mudah karena sudah terpola. “Habis dicetak dengan dasar lilin, kemudian batik dicelup dan proses berikutnya tinggal mewarnai sesuai pola. Jika sudah dicetak, pola sudah terbentuk dan kain slap dilukis dengan metode batik tulis atau cara mo¬dern yaitu celak,” katanya.
Saat ini, sudah sekitar 1.000 pekerja di berbagai desa yang terserap karena kemajuan industri batik Cirebonan. Para pembatik ini umumnya berasal dari Desa Gamel, Panembahan, Trusmi, Kaliwulu, Wotgali, dan Kalitengah.
Kolaborasi
Edi Baredi, seorang pengusaha batik, berharap, ada institusi pendidikan formal yang fokus pada keterampilan membatik. “Hal ini untuk melestarikan batik dan mengurangi angka putus sekolah di Kabupaten Cirebon,” ujarnya. Selaras de¬ngan aspirasinya, Bupati Cire¬bon Dedi Supardi saat ini mulai merealisasikan pelestarian batik lewat kurikulum muatan lokal pada lingkup pendidikan dasar
“Dimulai sejak dini, Depdiknas Kabupaten Cirebon sudah mulai menginstruksikan untuk mengintegrasikan pengetahuan teori dan praktik batik pada muatan lokal pendidikan dasar,” jelasnya.
Kendala utama pada pe-ngembangan batik Cirebonan diakui Dedi berupa masalah ketenaran nama dan harga yang dianggap mahal. “Kita masih kalah pamor dari kota penghasil batik lainnya. Itu saya akui sebagai momok dari industri ini. Hal lain yang jadi kendala adalah anggapan mahal dari konsumen. Sebenarnya harga yang ditawarkan relatif kompetitif karena mereka menjual kualitas dan motif yang baik,” tuturnya.
Edi yang datang dari kalangan pengusaha menambahkan, seharusnya ada wadah untuk merangkul para pengusaha dan perajin agar bisa berkolaborasi untuk mempromosikan potensi ini. “Sebenarnya sudah ada koperasi, tapi masih terlihat jalan di tempat. Dukungan dan sosisalisasi nyata dari pemerintah amat diperlukan agar tercipta kolaborasi dalam satu jalan tujuan,” ucapnya.
Kesadaran akan kekayaan potensi harus dikembangkan masyarakat Cirebon, terutama pemerintah daerah dan peng¬usaha batik itu sendiri. UNESCO telah mengakui batik seba¬gai karya asli Indonesia. Sekarang tinggal bagaimana kita memajukannya di semua lini.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments