Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Seperti yang disampaikan di halaman pengantar, status kesehatan seseorang banyak dipengaruhi oleh perilaku dan lingkungan. Oleh karena itu kedua hal tersebut patut diperhatikan dan sebaiknya kita mulai untuk menerapkan perilaku sehat dan higienis sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Pasalnya, banyak Penyakit menular yang berhubungan dengan minimnya kebersihan diri dan lingkungan, salah satunya diare. Penyakit ini mudah ditemui di tingkat rumah tangga mulai dari bapak, ibu, anak-anak, dan bayi. Lantas, sebaiknya kita perlu mencermati diare itu seperti apa dan upaya penanggulangan dan pencegahannya.
Diare
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diare buang air besar (BAB) dalam bentuk cair lebih dari tiga kali dalam satu hari. Apabila berlangsung kurang dari dua minggu disebut diare akut, sedangkan jika berjalan lebih dari dua minggu disebut diare kronik.
Penyakit ini patut untuk segera mendapat penanganan yang tepat, karena dapat menyebabkan si penderita kehilangan cairah dan elektrolit tubuh. Apabila kondisi ini tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan dehidrasi tubuh kekurangan air dan elektrolit yang bila berlanjut dapat menyebabkan kematian.
Dr. Nafrialdi, SpPD, PhD, Staf akademik Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan jika diare terjadi pada bayi dan anak-anak, dapat menyebabkan terjadinya kurang gizi, yang tentu saja hal ini sangat mencemaskan. Pasalnya, kondisi ini dipicu ketakutan orangtua dalam memberikan makan atau susu, sehingga si kecil akan kekurangan asupan zat gizi.
Nah, dengan kondisi kurang gizi ini ditakutkan justru akan lebih memperberat diare yang akan merusak selaput lendir saluran cerna yang berakibat terjadinya gangguan pencernaan dan penyerapan zat gizi.
Penyebab dan pengobatan
Nafrialdi menjelaskan, bahwa diare sebenarnya dapat terjadi karena beberapa sebab, seperti peradangan usus, akibat kholera, disentri, terserang bakteri dan virus penyakit.
Faktor penyebab selanjutnya keracunan makanan, dan tidak tahan terhadap makanan tertentu seperti susu yang mengandung lemak atau laktosa. Dari sinilah kita mengenal sebuah istilah kelainan lactose intolerance sebuah kondisi di mana laktase, .sebuah enzim dalam tubuh yang diperlukan untuk mencerna laktosa, salah satu kandungan pada susu dan produk turunannya, sehingga ujung-ujungnya dapat menyebabkan diare. Untuk yang terakhir, apabila seseorang menggunakan antibiotika yang berlebihan dan dalam rentang waktu yang lama, antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus, sehingga rentan terkena kuman penyakit yang mudah memicu terjadinya diare.
Cara tepat untuk mengatasi diare amat diperlukan karena dapat mencegah dehidrasi dan mengurangi frekuensi diare, seperti salah satunya dengan cairan rehidrasi dan obat antidiare. Nah, bahan aktif yang baik digunakan untuk obat antidiare antara lain attapulgiite dan pectin, misalnya seperti yang dikandung oleh Entrostop.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Attapulgit merupakan salah satu komponen obat antidiare yang berasal dari tanah liat dan memiliki efek absorbent untuk menyerap tbksin, asam, virus, dan beberapa bakteri dalam saluran cerna. Sedangkan pectin membantu bersinergi daya kerja berupa serat yang sangat mudah larut dan berasal dari buah apel dan jeruk. Pectin juga tidak diabsorpsi ke dalam darah, sehingga aman dikonsumsi.
Media penularan penyakit
Setelah mengenal tindakan kuratif untuk diare, kita dapat melihat bahwa mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri (kuman), jamur, dapat ditularkan dengan berbagai cara seperti kontak langsung, melalui udara, dengan perantaraan lalat, nyamuk, serangga, dan binatang lain.
Tidak kalah pentingnya, adalah media tangan. Pasalnya tangan adalah angota gerak tubnh yang aktif dan sangat berperan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari memegang kloset setelah BAB, memutar pegangan pintu kantor, memencet tombol lift, hingga mengambil makanan. Oleh karena itu, tidak heran tangan merupakan salah satu dari sekian banyak media penularan penyakit yang pengendaliannya relatif mudah, namun kerap kita yang tidak menyadarrnya sehingga tidak rnelakukan usaha optimal untuk mengurangi penyebaran infeksi melalui tangan.
Kebersihan tangan
Menjaga kebersihan tangan dapat dilakukan dengan tiga cara dengan menggunakan sabun biasa dengan air mengalir, sabun antiseptik dengan air mengalir, dan tairan pencuci tangan dengan dasar alkohol,
Untuk saat ini, di saat orang menuntut kepraktisan, ada alternatif cara yang dipakai yaitii produk antiseptik pencuci tangan dalam kemasan kecil dan dapat dibawa kemana pun, seperti Handy Clean. Produk ini umumnya mengandung alkohol yang mudah menguap dan pemakaiannya cukup dioleskan merata pada tangan dan cepat kering dalam hitungan detik.
Saat ini, dengan pemakaian antiseptik pencuci tangan dapat membajitu mencegah menularnya virus H1N1, yang masih menjadi kasus penyakit di skala nasional dan global. Antiseptik yang baik yang dapat digunakan untuk menghentikan mata rantai virus ini harus berbahan alkohol 60-80 persen. Dalam bentuk berupa gel, dan tidak menyebabkan kekeringan pada kulit karena mengandung pelembap seperti Handy Clean, yang nyaman dipakai. Maka, dengan menerapkan tindakan preventif hingga kuratif, mendukung terwujudnya kesehatan.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments