Bergotong-royong adalah salah satu sifat khas orang Indonesia. Meski sudah mulai langka ditemukan, naun pada saat-saat tertentu masih dapat dilihat kumpulan warga-terutama di kompleks perumahan – yang bahu mmebahu membersihkan lingkungan. Selain pada saat peringatan hari nasional, misalnya HUT Kemdrkaan, kegiatan membersihkan lingkungan ini kerap dilakukan pada pekan.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
DIMULAI dari lingkungan terkecil, seperti rumah, RT, RW, kelurahan dan seterusnya, jika terus dibudayakan, kebersihan lingkungan ini dapat menjadi langkah awal membentuk masyarakat dan bangsa yang sehat. Hal itu sejalan dengan tema yang diangkat oleh Departemen Kesehatan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional 2009 adalah “Lingkungan Sehat Rakyat Sehat”.
Dalam buku panduan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang diterbitkan Departemen Kesehatan, disebutkan bahwa dewasa ini ada tiga persoalan besar bidang kesehatan. Pertama adalah aspek lingkungan, yang ditandai dengan besarnya dampak perubahan iklim terhadap ekosistem kehidupan sehingga mengundang sejumlah penyakit yang semula sudah dapat diturunkan menjadi berkembang kembali (reemerging disease), seperti malaria, demam berdarah dengue, diare dan ISPA.
Persoalan kedua adalah aspek perilaku, ditandai dengan masih rendahnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Hal ini terlihat dari lambatnya kemajuan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga, sekolah, kantor, tempat umum, dan institusi kesehatan.
Terakhir, upaya kesehatan, yang mana belum optjmal dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan aksesnya juga belum terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. Ketiga hal ini secara bersama memengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
Penghargaan
Mengingat demikian luas wilayah dan beragamnya problem kesehatan masyarakat Indonesia, wajar jika kita tidak dapat menuntut semuanya dapat langsung ditangani oleh pemerintah. Upaya berbagai pihak untuk mendorong mutu kesehatan masyarakat patut didukung. Dalam kaitan itu, pemerintah melalui Departemen Kesehatan setiap tahun memberikan penghargaan bidang kesehatan kepada daerah, individu, dan pihak-pihak yang dinilai berprestasi dalam bidang pembangunan kesehatan.
Tahun ini tercatat ada 103 penghargaan yang diberikan untuk berbagai kategori. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr Ph di Jakarta, Kamis .(12/11).
Dibutuhkan komitmen dan kemauan yang kuat untuk melakukan pembangunan kesehatan.
Seperti dituturkan Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib, saat ditemui di:sela-sela acara Malam Penghargaan Hari Kesehatan Nasional, pihaknya bekerja dalam rangka memberi Pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk mendapat penghargaan. Terkait upaya pembangunan kesehatan, pihaknya melakukan program berdasarkan dasawisma. “Dengan demikian, persoalan kesehatan masyarakat sekecil apapun bisa kita deteksi sedini mungkin,” ujar David. Hasilnya terlihat, masalah kesehatan seperti gizi buruk dan tuberkulosis yang ebelumnya cukup tinggi, pada tahun 2009 turun.
Sementara itu, Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Rahmijati Jahja mengatakan, pihaknya secara mandiri juga mengusahakan pembangunan MCK plus. “Sekarang sudah ada enam buah. Diupayakan untuk 17 kecamatan ada 17 MCK plus,” ujar Rahmijati. Kabupaten Gorontalo termasuk salah satu perierima penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Arutala.
Daerah lain yang menerima penghargaan adalah.Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Menurut Bupati Trenggalek H Soeharto, terkait pembangunan kesehatan yang menonjol di Trenggalek dewasa ini adalah di bidang sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Pihaknya bekerja keras agar tidak ada lagi masyarakat yang membuang air besar sembarangan. “Sampai saat ini sudah hamper 80%. Dari 188.635 KK yang sudah ; ‘ sanitasi 147.525 KK,” tutur Soeharto.
Hal itu diupayakan melalui penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya sanitasi yang baik kepada masyarakat.
Sementara itu, di tengah-tengah kesulitan air, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) juga mencatatkan prestasi di bidang kesehatan. Beberapa pencapaian Kabupaten TTS antara lain memenuhi target pencapaian program perilaku dan pemberdayaan masyarakat serta revitalisasi posyandu dan dukungan seluruh jajaran mulai dari kader hingga dokter spesialis dalam menggerakkan masyarakat, khususnya menyangkut penanggulangan gizi buruk.
Secara umum, Bupati TTS Paulus VR Mella menyebutkan, untuk konteks TTS yang menjadi kunci pembangunan kesehatan adalah air. “Tanpa air kita tidak bisa bicara banyak tentang kesehatan,” ujar Paulus. Memang, kawasan TTS yang kering sangat sulit air. Kalaupun ada, kualitasnya kurang bagus. Beruntung, berbagai pihak, termasuk LSM dan pihak swasta, mau bekerja sama dalam penyediaan air bersih ini.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Firefox, Facebook, kaos motivasi dan kaos bola, silakan KLIK DISINI.
Gambaran di berbagai tempat ini menjelaskan betapa dibutuhkan fererja sama dan upaya dari berbagai pihak untuk dapat mengatasi masalah kesehatajMmasyarakat Hari Kesehatan Nasional berlalu, namun diharapkan semangat untuk bergotong-royong, bersama menjaga kesehatan lingkungan, tidak berhenti hingga di sini saja. Akhir pekan ini dapat menjadi saat yang tepat untuk menggemakan kembali tema peringatan Hari Kesehatan Nasional Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments