Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Facebook, kaos bola dan kaos motivasi, silakan KLIK DISINI.
Berkat bentuknya yang kecil, sepeda motor seringkali dipacu dengan kecepatan yang tinggi. Meliuk-liuk diantara mobil-mobil, sudah menjadi hal yang tidak aneh lagi. Tidak heran jika angka kecelakaan lalu lintas gara-gara sepeda motor pun semakin meningkat.
Kurang harmonisnya perkembangan antara jumlah kendaraan bermotor dengan pertumbuhan sarana jalan raya atau lingkungan, membuat angka kecelakaan lalu lintas selalu bertambah setiap tahunnya. Bayangkan saja, jumlah kendaraan bermotor semakin berambah, tetapi jalan tidak berkembang secara siginifikan.
Faktor penyebab kecelakaan
Selain faktor lingkungan, faktor kendaraan dan manusia (pengendara) pun patut diperhatikan. Berkendara dengan kendaraan yang dalam kondisi siap tentu akan meminimalkan risiko ter-jadlnya kecelakaan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat.
Selain itu, Anda pun sebaiknya jeli ketika akan memodifikasi kendaraan. Jangan sampai kendaraan yang dimodifikasi, selain berubah bentuk, juga berubah fungsi, yang dapat membahayakan keselamatan di jalan.
Faktor lain yang penting dalam upaya meminimalkan angka kecelakaan sepeda motor adalah dari faktor pengendara. Pengendara yang baik adalah pengendara yang mengetahui bagai-mana cara berkendara yang aman (safety riding). Sayangnya, masih banyak pengendara sepeda motor yang memacu sepeda motor secara seenaknya.
Kondisi inilah yang menyebabkan kecelakaan sepeda motor menjadi langganan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan pengendara tentang bagaimana cara terampil berkendara, rendahnya tingkat kedisplinan dan etika da¬lam berlalu lintas, serta kondisi fisik dan tingkat emosi yang kurang mendukung.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Facebook, kaos bola dan kaos motivasi, silakan KLIK DISINI.
Peran ATPM
Memberikan sosialisasi bagaimana cara berkendara yang aman memang tidak mudah. Untung saja, beberapa ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sudah memiliki program kam-panye safety riding seperti yang dilakukan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sebagai ATPM Honda dan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) sebagai ATPM Yamaha.
Menurut Senior GM Technical Service Div. PT AHM AS. Tedjosiswojo untuk keselamatan berkendara, ATPM melihat se¬bagai hal yang sangat fundamental bagi pengguna sepeda mo¬tor dan pengguna jalan pada umumnya.
Untuk itu, Honda memosisikan safety atau keselamatan se¬bagai hal utama karena menghargai nilai kehidupan manusia. Honda pun akan segera bertindak untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara sepeda motor melalui aktivitas promosl keselamatan berkendara, yang terfokus pada etika dan keterampilan berkendara sebagai langkah untuk menghindari ke¬celakaan lalu lintas.
“Beberapa teknologi pun sudah diimplementasikan ke produk Honda, seperti parking brake lock, side stand switch, secure key shutter, dan teknologi Honda terbaru combi brake,” tambahnya.
Terdapat juga beberapa kegiatan safety riding edukasi dari usia dini hingga produktif, ke sekolah-sekolah dari TK sampai dengan perguruan tinggi, perusahaan swasta maupun pemerintah. Aktivitas safety riding \uga melibatkan klub-klub sepeda mo¬tor serta komunitas Honda dan seluruh pelaksanaan aktivitas di¬lakukan di seluruh wilayah Republik Indonesia. Aktivitas ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Honda dan tanggung jawab sosial Honda pada masyarakat.
Hal serupa diungkapkan Bambang Asmarabudi, GM Promo¬tion & Motorsport PT YMKI, yang menyatakan bahwa safety ri¬ding sangat penting. Oleh sebab itu, Yamaha tidak hanya mem-berikan produk, tetapi juga memberikan moral dan edukasi ber¬kendara di jalan raya, melalui YSRS (Yamaha Safety Riding Science) sejak tahun 2004.
“Program ini diawali dari trainer Jepang ke karyawan Yama¬ha di seluruh Indonesia, kemudian menyebar ke instansi, sekolah, universitas, Yamaha Club, hingga mengadakan safety riding di kalangan kepolisian,” ujar Bambang.
Peran pelumas
Sehubungan dengan safety riding, selain mengecek kondisi kendaraan, sebaiknya Anda pun jeli ketika memilih pelumas atau oli. Irawan Aulia, Operations Manager PT Castrol Indonesia, berpendapat bahwa pemilihan pelumas sangat penting mengingat bahwa pada kondisi ekstrem ketika pelumas tidak dapat menjalankan fungsinya, maka dapat mengakibatkan “seize” (macet) pada piston. Jika hal ini terjadi pada kecepatan tinggi, maka dapat membahayakan pengendara.
Redesmon Munir, Assistant Manager Brand Communications Pertamina Divisi Pelumas, menambahkan bahwa kaitan safety ri¬ding dengan pelumas memang tidak terlihat langsung. Sebab, safety riding lebih kepada sikap berkendara dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalan.
Namun, pemilihan pelumas yang tepat akan memberikan keyakinan diri bagi pengendara dalam berkendara, apakah motornya akan laik jalan. Selain berperan dalam memproduksi oli yang berkualitas, ternyata pihak produsen oli pun memiliki andil dalam menyosialisasikan safety riding. Sebut saja, Castrol yang selalu peduli terhadap keselamatan pengendara sehingga dalam setiap program selalu dimulai dengan safety briefing.
Hal serupa juga dilakukan oleh Pertamina dengan membuat film safety riding yang diberikan secara free kepada konsumen, memberikan tips-tips, seperti mengecek rem, angin ban, rantai motor, oli, dan lampu sign.
Kampanye safety riding merupakan salah satu bentuk solusi menekan laju kecelakaan lalu lintas gara-gara sepeda motor. Na¬mun, upaya ini tidak akan berjalan dengan maksimal, tanpa dukungan semua pihak. Sebagai langkah awal, ada baiknya kita bersama-sama belajar menjadi pengendara yang baik.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Facebook, kaos bola dan kaos motivasi, silakan KLIK DISINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments