Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Facebook, kaos bola dan kaos motivasi, silakan KLIK DISINI.
Seiring berjalannya waktu, tak dapat dimungkiri jika biaya penddikan di Indonesia terus meroket. Hal ini dapat dimaklumi karena selain bertambahnya biaya hidup, kebutuhan untuk menutup pengeluaran seperti, operasional gedung, fasilitas, dan pengajar menjadi beberapa alasannya.
Oleh karena itulah, diperlukan kecermatan atau kejelian sebelum menjatuhkan pilihan sekolah, mengingat saat ini ada begitu banyak institusip pendidikan yang menawarkan program menarik. Sementara di sisi lain, patut diingat bahwa sekolah yang mahal belum tentu memiliki kualitas yang lebih baik diban-dlngkan dengan sekolah yang biayanya relatif lebih murah.
“Agar tidak salah pilih, sebaiknya Anda perhitungkan apakah biaya yang akan Anda keluarkan di sekolah tersebut sesuai dengan fasilitas, sistem, dan kualitas pengajaran yang akan Anda terima,” jelas Ir. Naba Aji Notoseputro, Direktur BSI.
Sementara menanggapi hal yang serupa, Martinus Sulistio Rush, Ph.D, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM, mahal-tidaknya suatu pendidikan itu sangat relatif. Sangat tergantung pada hasil akhir yang diharapkan dan prosesnya.
“Saya lebih suka menggu-nakan kata ‘tinggi’ daripada ‘mahal’. Jadi, jika dalam proses¬nya menggunakan metode, dosen, bahan. alat, dan fasilitas yang relatif mahal untuk mencapai hasil akhir dengan kualitas tertentu, maka otomatis biaya pendidikannya jadi tinggi,” tambahnya.
Hal ini diamini juga oleh Ir Holiq Raus, IAP, Vice Rektor for Student Affairs Universitas Indonusa Esa Unggul yang menyatakan bahwa pendidikan yang baik itu memang “mahal”. Namun, “mahal” di sini haruslah tepat guna. Jangan sampai biaya yang Anda keluarkan tidak sebanding dengan kualitas ilmu yang didapat. Sebab, sekolah yang baik adalah sekolah yang memperhatikan kualitas pengaajar, fasilitas yang baik, dan peneljlian-penelitian yang tentu membutuhkan dana tidak sedikit.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Facebook, kaos bola dan kaos motivasi, silakan KLIK DISINI.
Antara negeri dan swasta
Setiap tahunnya, banyak lulusan SMA yang berlomba-lomba menggapai perguruan tinggi yang terbaik. Biasanya, perguruan tinggi negerilah yang menjadi pilihan pertama.
Namun, masuk perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah. Jumlah peserta ujian yang semakin tinggi membuat persaingan memperebutkan bang-ku .pendidikan di universitas negeri menjadi semakin sengit.
Menurut Dr (Rons) H. Julius Sjukur, selaku Ketua Y.A.I, pendidikan yang baik dihasilkan dari proses penyelenggaraan yang baik dan berkualitas. Di-karenakan “tuntutan kualitas” itulah, maka dibutuhkan cost yang dianggap “mahal”. Khusus untuk perguruan tinggi swasta yang harus melakukan pengelolaan secara mandiri tentulah menyebabkan dampak biaya perkuliahan yang cukup tinggi.
Namun, saat ini beberapa kebijakan pemerintah yang tidak lag! membedakan pendidikan swasta dan negeri dari berbagai aspek (kebijakan, kesejahteraan tenaga pengajar nasional, dan lain-lain) sedikitnya membawa angin segar untuk prospek pen¬didikan masa depan, baik untuk perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri.
“Bagi perguruan tinggi swasta, hal ini akan membawa perkembangan positif untuk tetap kompetitif dalam menetapkan harga maupun kualitas pendidikan yang ditawarkan,” tambahnya.
Perguruan tinggi swasta mahal?
Kini cukup banyak juga orang-orang yang memilih masuk ke perguruan tinggi swasta. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa kini perguru¬an tinggi swasta tidak kalah kualitasnya dengan kuliah di perguruan tinggi negeri. Masalahnya, masih banyak orang yang beranggapan jika ingin kuliah di perguruan tinggi swasta harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah. Tingginya biaya pen¬didikan di perguruan tinggi swasta salah satunya karena perguruan tinggi swasta tidak mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah.
Menurut Dr. Ir. Sri Astuti Indriyati, MDP, selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama UPI YAI beberapa tahun yang lalu biaya kuliah di perguruan tinggi negeri memang pada umumnya lebih rendah dibandingkan di perguruan tinggi swasta. Hal ini terjadi karena perguruan tinggi negeri memperoleh sumber dana dari subsidi pemerintah. Jadi, pembayaran uang kuliah mahasiswa bukan pemasukan dominan.
Di sisi lain, perguruan tinggi swasta harus membiayai proses penyelenggaraan pendidikan secara mandiri, sehingga berkesan memiliki biaya perkuliahan yang tinggi. Hal ini diamini juga oleh Martinus yang menyatakan bahwa perguruan tinggi swasta di Indonesia pada umumnya swadana. Jadi, biaya proses pendidikan sepenuhnya di-bebankan ke mahasiswa.
Sementara Henni Haridari, SE, AK, MM, selaku Ka. Biro Evaluasi Y.A.I menambahkan bahwa ketika otonomi perguru¬an tinggi sudah mulai berjalan, kini perguruan tinggi negeri maupun swasta harus mandiri. Tidak heran jika perguruan ting¬gi negeri pun memberlakukan penerimaan mahasiswa baru di luar jalur SNMPTN dengan biaya kuliah yang relatif tidak lebih rendah dari perguruan tinggi swasta.
“Perguruan tinggi swasta hanya menggantungkan pema¬sukan dari mahasiwa. Sementara, pemasukan dari non-mahasiwa seperti bantuan penelitian baik dari pihak swasta maupun pemerintah masih jarang. Namun, dibandingkan dulu, kini hibah dari swasta dan negeri semakin kooperatif dan bersaing,” tambah Holiq.
Melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri atau swasta, memang tergantung pilihan masing-masing orang. Untungnya, kini cukup banyak juga perguruan tinggi swasta yang tidak kalah kualitasnya dengan pergu-ruan tinggi negeri. Hal yang penting adalah Anda harus jeli memilih perguruan tinggi mana yang memiliki “harga” sesuai dengan kualitasnya.
Jika Anda ingin mendapatkan kaos keren dengan desain Facebook, kaos bola dan kaos motivasi, silakan KLIK DISINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments