“Experience, travel—these are as education in themselves”. Kalimat Euripides, seorang penulis drama Yunani (480-406SM) ini masih terasa relevan hingga kini. Inti dari sebuah perjalanan memang bukan hanya sekadar melihat dan tahu akan sebuah obyek wisata, tetapi juga memahami dan mengenal cerita di baliknya. Hal inilah yang menjadi nilai lebih dalam sebuah perjalanan, sekaligus mengedukasi diri.
Sejatinya, sebuah perjalanan mampu membuka cakrawala dalam benak. Hal itulah yang dibawa pulang kembali ke rumah. Menjadi orang yang lebih terbuka dan tidak bersikap chauvinisme dengan menganggap dirinyalah yang terbaik.
Dengan semakin mudahnya moda transportasi saat ini, perjalanan bisa dimulai dari titik mana saja. Belahan dunia yang terjauh pun bisa disambangi, demi memuaskan rasa ingin tahu yang besar untuk mengenal lebih jauh sebuah negara yang jauh di mata.
Jika selama ini segala sesuatu dari barat terasa lebih melekat lewat budaya film, televisi, maupun buku, sehingga tanpa disadari mengendap di bawah alam sadar, tak ada salahnya jika kini menyambangi area timur. Entah itu Eropa Timur ataupun Timur Tengah. (Jika Anda ingin berbisnis kaos dengan menguntungkan, dan mendapat kaos keren dengan harga grosir, silakan KLIK DISINI ).
Eropa Timur punya daya tarik lain yang tak kalah menggoda untuk disambangi. “Kota-kota di Eropa Timur banyak yang belum maju dan memperlihatkan sisa-sia jajahan komunis, sehingga lebih menarik dilihat,” tutur Marta Friendly, Tour Supervisor Vayatour. Berkunjung ke Eropa Timur memang menjanjikan sebuah petualangan sejarah dan budaya yang tak terlupakan.
Daratan ini dulunya pernah dikuasai pemerintahan komunis dan pada Perang Dunia II menjadi saksi bisu betapa seorang manusia bisa melakukan kekejaman sedemikian rupa. Salah satunya adalah di Ausschwitz dan Birkenau Concentration Camps di kota Krakow, yang merupakan kamp konsentrasi Yahudi pada masa pemerintahan Nazi.
Bekas kamp konsentrasi tersebut dibiarkan seperti aslinya dan kini menjadi salah satu tempat yang dituju ketika berpelesir ke Eropa Timur. Ruang gas, barak-barak yang dulu menjadi tempat tinggal bangsa Yahudi, atau ba’hkan sepatu yang tertinggal terlihat di situ.
Dari sini setiap orang bisa turut merasakan suasana mencekam dan membayangkan kejadian yang telah terjadi seperti tertulis dalam sejarah. Di samping itu, Eropa Timur juga seolah mengajak siapapun yang menginjakkan kaki di daerah tersebut melewati dimensi waktu ke masa lampau. Beberapa kotanya memiliki area old town, yang dilindungi dan dilestarikan pemerintah.
Di dalamnya terdapat bangunan-bangunan tua yang tetap dipertahankan seperti aslinya dari tidak ada bangunan modern. Warsaw, ibukota Polandia, adalah salah satu kota yang di dalamnya terdapat old town. Kota yang juga mendapat julukan “phoenix city”, karena hancur total saat Perang Dunia II namun kembali dibangun oleh tangan rakyat Polandia sendiri. Nama kota ini pun kerap dipakai untuk berbagai perjanjian perdamaian.
Di kota ini, banyak ditemui bangunan yang menampilkan arsitektur Eropa, seperti gaya gothic, renaissance, baroque, dan neoklasik. Tak jauh berbeda dengan Krakow, yang merupakan kota tertua di Polandia, telah ada sejak abad 7, Old town Krakow termasuk dalam UNESCO World Heritage Site, dengan berbagai bangunan bersejarah yang terdapat di dalamnya dengan gaya arsitektur unit yang mewakili tiap periode. Mulai dari area perdagangan dari abad 13, St. Mary Church, sementara di bagian tengah plaza terdapat Cloth Hall dari masa Renaissance yang dikelilingi barisan rumah.
Setelah puas berkeliling di Polandia, perjalanan bisa dilanjutkan ke Praha yang juga dikenal dengan sebutan The Golden City. Hampir semua orang pun mengamini kecantikan Praha. Praha memiliki beberapa ikon yang wajib dikunjungi, seperti Hradcany Castle yang telah berusia 10 abad, the Jewish Ghetto, atau The Basilica of St, George.
Kalau penasaran dengan lokasi syuting film musikal legendaris, The Sound of Music, jangan lupa bersinggah di Salzburg. Kota ini juga tempat kelahiran WA Mozart. Tempat tinggal komponis besar dunia itu pun biasanya selalu masuk dalam rute perjalanan saat berkeliling Salzburg.
Tentu saja, Vienna dan Budapest tidak ketinggalan. Vienna terkenal dengan istana musim panasnya, Schoenbrunn Palace. Sementara di Budapest, biasanya pengun-jung diajak mengeksplor dua bagian kota yang dipisahkan oleh Sungai Danube, yaitu Buda dan Pest. Setelah me-ngunjungi ikon-ikon lainnya di sekitar kota, baru malamnya disuguhkan dengan acara kesenian rakyat.
Rute mengelilingi Eropa Timur ini pun bisa ditemui dalam berbagai variasi. Ada yang digabungkan dengan Jerman, atau dengan Swiss seperti rute 11 hari dari Vaya Jour, atau Tour atau lainnya. Tinggal pilih sesuai selera dan kebutuhan. Anda pun bisa mendapatkan petualangan yang berkesan.
(Jika Anda ingin berbisnis kaos dengan menguntungkan, dan mendapat kaos keren dengan harga grosir, silakan KLIK DISINI ).
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments