Asi susu Ibu (ASI) adalah anugerah Tuhan untuk si buah hati. Pasalnya, ASI merupakan dasar hidup sehat dan makanan terbaik di awal kehidupan seorang anak. ASI juga menjadi hak yang mendasar bagi anak agar dapat tumbuh berkembang secara optimal, demi kepentingan kesehatan dan kualitas kehidupan masa depannya. (Jika Anda ingin berbisnis kaos dengan menguntungkan, dan mendapat kaos keren dengan harga grosir, silakan KLIK DISINI ).
ASI berperan untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak. Selain merupakan makanan, ASI juga menunjang kecerdasan dan pelindung bagi kesehatan anak. Kandungan zat gizi yang lengkap, mudah dicerna dan diserap secara efisien merupa¬kan beberapa manfaat ASI bagi bayi. Bukan hanya itu. Bagi ibu yang menyusui, pemberian ASI bermanfaat untuk membantu terjalinnya ikatan antara ibu dan si buah hati.
Manfaat ASI yang begitu baik juga ditegaskan oleh Mona Ratuliu, artis sekaligus duta ASI yang mendukung pemberian ASI eksklusif. “ASI adalah asupan terbaik untuk bayi. Dengan memberikan ASI bisa memperkuat imunitas anak, kandungan gizinya otomatis disesuaikan dengan kebutuhan bayi kita, dan masih banyak lagi keajaiban lainnya yang terkandung di dalam ASI.” Mona menambahkan, “ASI juga praktis karena dapat diberikan di mana saja dan kapan pun. Dan, yang terpenting, ASI ga bikin kantong bolong”.
Dalam pedoman pelaksanaan Pekan ASI Sedunia disebutkan strategi global tentang pemberian makanan bayi dan anak. WHO dan UNICEF merekomendasikan agar bayi diberi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. Selanjutnya, bayi diberi MP-ASI (makanan pendamping ASI) yang berkualitas dengan menyusui diteruskan sampai dua tahun atau lebih. Yang penting juga adalah waktu mulai menyusui, yaitu sebaiknya dalam menit-menit perta¬ma kehadiran bayi di dunia sampai satu jam pertama. Kontak kulit ibu dan kulit ba¬yi akan membantu ibu dan bayi sampai mencapai keberhasilan menyusui, saat itu dan selanjutnya.
Pekan ASI Sedunia 2009
Menilik peran ASI yang begitu penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak, maka setiap tahun pada awal bulan Agustus (1-7 Agustus) dirayakan sebagai Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week). Sementara di Indonesia, diselenggarakan Bulan ASI Nasional selama bu¬lan Agustus, yang dapat menjadi media untuk meningkatkan promosi peningkatan penggunaan ASI.
Tema yang diangkat dalam Pekan ASI Sedunia 2009 ini adalah “Breastfeeding: A Vital Emergency Response. Are You Read/?” Tema ini diharapkan dapat diimplementasikan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Salah satu penggerak yang aktif mengampanyekan pentingnya ASI adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), sebuah asosiasi yang berdiri sejak April 2007 dengan berangkat dari prakarsa beberapa ibu yang peduli mengenai pentingnya pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga umur dua tahun atau lebih.
Harapan asosiasi ini disampaikan melalui Sisca Baroto Utomo, Media Rela¬tion AIMI, “Harapan AIMI untuk impelementasi tema pekan ASI sedunia 2009, agar pemerintah Indonesia terutama praktisi kesehatan atau instansi swasta memberikan dukungan kepada ibu dan praktisi kesehatan dalam mengutamakan pemberian ASI kepada bayi dan anak bawah umur dua tahun (baduta) pada situasi darurat.”
Sisca menambahkan, “Mengingat saat ini banyak sekali salah kaprah penanganan kesehatan bayi pada situasi darurat misalnya saat terjadi bencana, dengan memberikan susu formula dan makanan instan yang belum tentu tepat dengan situasi darurat tersebut, mengingat keterbatasan air bersih, peralatan sanitasi dan tempat penyimpanan yang memadai. Alih-alih terselamatkan, banyak bayi yang akhirnya menderita sakit karena makanan-makanan ini.”
Indonesia termasuk dalam kategori negara yang rawan bencana alam. Tentu tema Pekan ASI sedunia sesuai dengan kondisi negara ini. Diperlukan kesadaran dari seluruh elemen seperti pemerintah, swasta, praktisi kesehatan dan masyarakat untuk memberikan edukasi dan menggiatkan pemberian ASI untuk bayi yang memiliki banyak manfaat.
Kondisi di Indonesia
Menengok sejenak tentang kondisi para ibu di Indonesia. Fakta yang dituturkan AIMI menunjukkan bahwa masih sedikit dari seluruh ibu di Indonesia yang sadar untuk memberikan ASI eksklusif yaitu hanya 14 person, sementara rata-rata bayi Indonesia hanya diberikan ASI eksklusif selama 2 tahun. Ketidaktahuan, minimnya informasi, serta tidak ada dukungan bagi ibulah yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam menyusui.
“Padahal, semua orang mengetahui manfaat ASI yang ajaib dan tidak dapat dibandingkan dengan susu apapun sifatnya yang sangat spesifik bagi bayi, memudahkan ASI mudah diserap dengan sempurna oleh tubuh bayi di sisi lain, kandungan gizi dan zat-zat hidup ASI paling lengkap dan paling baik,” ujar Sisca.
(Jika Anda ingin berbisnis kaos dengan menguntungkan, dan mendapat kaos keren dengan harga grosir, silakan KLIK DISINI ).
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments