The World is Flat. Global Prosperity or Poverty. Inilah kalimat unik yang ada dalam salah satu desain kaos kami (desain kaos bisa Anda lihat dan beli DISINI).
Inspirasi kaos ini datang dari sebuah best selling book karangan dari Thomas Friedman bertajuk The World is Flat. Buku ini berbulan-bulan lamanya menduduki tangga best selling books versi New York Times. Isi buku ini secara eksploratif memetakan beragam fenonema baru tentang globalisasi mutakhir, terutama dalam kaitannya degan pertumbuhan media online (internet) yang dramatis dalam sepuluh tahun terakhir ini (yang ditandai dengan munculnya beragam social website semacam Youtube, MySpace dan blog).
Terdapat sejumlah faktor kunci yang membuat dunia makin datar, atau sebuah dunia dimana tapal batas menjadi makin tidak relevan (borderless world). Diantara sekian faktor kunci itu, tiga diantaranya layak dicatat.
Faktor yang pertama adalah robohnya tembok Berlin pada tahun 1989. Tak pelak, robohnya tembok Berlin merupakan simbol dari runtuhnya blok negara-negara sosialisme dan sekaligus menandai akhir perang dingin antara blok Timur (dengan Uni Soviet sebagai pemimpinnya) dengan blok Barat (Amerika sebagai rajanya). Robohnya tembok Berlin sejatinya bukan hanya fenomena geopolitik belaka, namun lebih fundamental dari itu : ia sekaligus tanda dimulainya era ekonomi global tanpa batas lagi. Inilah sebuah tanda dengan mana pilihan ekonomi pasar (market economy) menggeliat ke segenap sudut penjuru dunia.
Negara-negara Eropa Timur yang tadinya memakai sistem ekonomi tertutup (model sosialisme a la Soviet) berbondong-bondong membuka diri dan segera mengadopsi sistem ekonomi pasar. Demikian juga Rusia – mulai membuka diri terhadap investasi asing (sebuah fakta yang hampir mustahil dalam era perang dingin). Demikian juga China – yang kini bahkan menjadi raksasa kapitalisme baru dalam ekonomi global. Pendeknya, runtuhnya Tembok Berlin secara dramatis telah membuka pintu bagi hadirnya ekonomi global tanpa batas, tanpa lagi mengenal batas Timur dan Barat. Dan dengan itu, dunia perdagangan dan ekonomi global kemudian menggelinding dengan cepat.
Faktor yang kedua adalah ditemukannya Internet pada pertengahan tahun 1990-an. Tak diragukan lagi, penemuan internet – yang bisa disebut sebagai salah satu inovasi terbesar abad 20 – telah benar-benar merobohkan batas antar negara. Hanya dengan sekali klik, semua sudut dunia bisa dikunjungi – entah itu sebuah lokasi di Oslo atau Solo, di Chicago atau Ciamis. Melalui internet-lah komunikasi tanpa batas negara benar-benar menemukan momentumnya. Dunia benar-benar dibuat menjadi datar dengan ditemukannya media online ini.
Faktor yang ketiga adalah fenomena yang acap disebut sebagai off-shoring, sebuah fenomena yang muncul lantaran ditemukannya teknologi virtual online. Inilah sebuah fenomena tentang bagaimana pekerjaan dan transaksi bisnis dengan mudah dipindahkan serta didistribusikan kemana saja didunia ini. Sebuah perusahaan software di Sillicon Valley dengan mudah mendistribusikan pekerjaannya ke para pegawai di Bagalore atau di Manila atau di Jakarta. Seorang dokter di kota Madras, India bisa dengan mudah mendiagnosa penyakit pasiennya yang tengah berada di Boston. Seorang anak muda di punggiran kota Bekasi bisa dengan mudah melakukan transaksi saham di Wall Street hanya dengan piranti komputer sederhana. Dalam fenomena off-shoring ini, kembali terlihat betapa tapal batas dibuat tidak relevan….dan dunia dibikin makin mendatar.
Pertanyaannya kemudian adalah : apakah fenomena dunia yang makin datar itu menjanjikan kemakmuran global (global prosperity) atau justru sebaliknya : membawa dan menciptakan kemiskinan global (global poverty)?
Kami tidak bisa menjawabnya secara peris karena kami memang bukan ahli. Yang bisa kami lakukan hanyalah menuliskan pertanyaan itu besar-besar dalam salah satu teks kaos kami. Kalimat itu berbunyi: The Worl is Flat . Global Prosperity or Poverty? Jika Anda berminat untuk membelinya, silakan datang saja KESINI.
Desain Keren Lain yang bisa Anda lihat....
Jika Anda ingin pesan, silakan klik disini.
Jika Anda ingin menjadi agen/grosir, silakan klik disini.
Jika Anda ingin membaca komentar pelanggan kami, silakan klik disini.
Jika ada pertanyaan, silakan klik disini.
Leave A Reply
Please Note: Comment moderation maybe active so there is no need to resubmit your comments